Rabu, 25 Juni 2025

Aplikasi Ajaran Sufi dalam Etika Sosial, Kerja, Pernikahan, dan Kehidupan Bermasyarakat

 



____________
Dalam hiruk-pikuk dunia modern yang dipenuhi ambisi, persaingan, dan materialisme, ajaran tasawuf atau sufisme hadir seperti oasis yang menyejukkan. Ia bukan sekadar jalan spiritual menuju Tuhan, tetapi juga ajaran luhur yang meresap ke dalam semua aspek kehidupan manusia: dari etika sosial hingga relasi dalam rumah tangga. Para sufi tidak mengasingkan diri dari dunia, tetapi mengolah batin agar mampu menghadapi dunia dengan jernih, sabar, dan penuh kasih sayang.
Etika Sosial: Hidup Bersama dengan Hati Bersih
Dalam interaksi sosial, seorang sufi diajarkan untuk tidak memandang manusia dari lahiriah, tetapi dari potensi ruhaniyahnya. Imam al-Ghazali menekankan pentingnya husnuzhzhan (berprasangka baik) kepada sesama. Seorang sufi, kata beliau, "melihat manusia dengan mata kasih, bukan mata hukum."
Sikap ini terwujud dalam keramahan, pemaafan, tidak membalas keburukan dengan keburukan, serta mampu menahan amarah. Syekh Abdul Qadir al-Jailani sering mengajarkan pentingnya rahmah (kasih sayang) dalam setiap tindakan. Bahkan terhadap musuh sekalipun, seorang sufi tetap bersikap penuh kelembutan, sebagaimana Allah bersifat ar-Rahman terhadap semua makhluk.
Etika Kerja: Bekerja sebagai Ibadah dan Ladang Tazkiyah
Bagi seorang sufi, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga riyadhah (latihan jiwa). Syekh Ahmad Zarruq berkata, "Kerja yang dilakukan dengan kejujuran dan amanah adalah bentuk zikir yang diam."
Dalam dunia kerja, ajaran tasawuf menekankan nilai ikhlas, jujur, dan tidak tamak. Seorang pedagang sufi, misalnya, akan lebih memilih rugi secara materi daripada harus menipu pembeli. Ia meyakini bahwa keberkahan lebih utama daripada keuntungan besar yang dicampur kebohongan. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat Nabi, seperti Abdurrahman bin Auf, yang kaya namun zuhud.
Etika Pernikahan: Cinta sebagai Jalan Menuju Tuhan
Pernikahan dalam pandangan sufi bukan hanya ikatan lahir, melainkan juga penyatuan ruh. Jalaluddin Rumi menyebut cinta suami-istri sebagai "cermin cinta Ilahi". Pernikahan adalah ladang kesabaran, pengorbanan, dan kasih sayang yang terus-menerus.
Ibnu 'Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah menulis bahwa pernikahan adalah maqam pelatihan jiwa, karena di dalamnya ada ujian ego, kesetiaan, dan penerimaan atas takdir. Seorang suami yang menahan marah dan seorang istri yang menanam kesabaran adalah murid sejati dalam madrasah cinta Ilahi.
Etika Bermasyarakat: Menjadi Cahaya dalam Gelapnya Dunia
Para sufi tidak hidup di atas menara gading. Mereka hadir di tengah masyarakat sebagai penerang. Maulana Malik Ibrahim dan para Wali Songo, misalnya, menyebarkan Islam bukan dengan pedang, melainkan dengan akhlak mulia, pelayanan sosial, dan contoh hidup yang bersih dari keserakahan.
Seorang sufi di tengah masyarakat adalah seperti pelita di malam hari. Ia menjaga lisan dari ghibah, tangannya dari menyakiti, dan hatinya dari iri dengki. Dalam masyarakat, ia lebih suka memberi daripada meminta, lebih memilih memaafkan daripada membalas, dan lebih nyaman menjadi jembatan daripada menjadi tembok pemisah.
Sufi Bukan Orang Asing di Tengah Dunia
Ajaran tasawuf bukan hanya untuk mereka yang menyendiri di gunung atau uzlah di pojok masjid. Ia justru paling hidup saat diterapkan di pasar, di kantor, di rumah, dan di tengah pergaulan. Seorang sufi sejati adalah ia yang “hatinya bersama Allah, namun tangannya bersama manusia.”
Sebagaimana dikatakan Imam Junaid al-Baghdadi:
“Sufi adalah ia yang tidak disibukkan oleh dunia dari Tuhannya, dan tidak pula disibukkan oleh Tuhannya dari memberi manfaat kepada makhluk.”
Dengan demikian, tasawuf bukanlah pelarian dari kenyataan, melainkan seni hidup di dalam kenyataan, dengan batin yang terus menyala oleh cahaya Ilahi.

Sabtu, 03 Mei 2025



KI. KEMAS H. IBRAHIM UMARY bin KI. KEMAS H. UMAR

Beliau Adalah seorang pemuka agama, muballigh, dan tokoh pendamping masyarakat. Nama lengkapnya ialah Kemas Haji Ibrahim Umary bin Ki. Kemas H. Umar bin Kms. H. Abdurrahman bin Kms. H. Mahmud bin Kms. Hasanuddin bin Kms. H. Mahidin Chotib bin Kms. Ahmad Husin bin Kms. Miyako bin Pangeran Demang Daeng  Arya Wangsa bin Pangeran Temenggung Naga Wangsa Kms. Abdul Azis bin Geding Ilir bin Sunan Giri.

Beliau dilahirkan oleh ibunya  Nyimas Hj. Habibah binti Kms. M. Ali bin Kms. Hamim, pada tanggal 15 Ramadhan 1359H atau 29 Oktober 1939 di Kampung 19 Ilir Palembang.
Pendidikan agamanya diberikan langsung oleh ayahnya, Ki. Kemas H. umar yang seorang ulama besar Syekh Tarekat Sammaniyah. Sedangkan pendidikan formal di laluinya di Madrasah Ahliyah Palembang (Ibtidaiyah-Tsanawiyah) pimpinan Ki. Mgs. H. Nanang Masri, selain itu belajar pula kepada ulama-ulama Palembang seperti : Ki. Mgs Abdurrahman, Ki. Kgs. H. Abdussomad, Ki. Yayik, Ki. Kgs. H. A. rohim Gani, Syekh Muhammad Izzi, Syekh Hasanuddin, KH. Ali Kholik, dll.
Kepada Syekh Muhammad Izzi, ia mengambil ijazah Tarehkat Naqsyabandiyah dalam tahun 1961, serta mendapat ijazah Ratib Samman dari ayahnya dan KH. Ali Kholik.

Tokoh Yang akrab disapa dengan sebutan Syekh ini cukup aktif dalam dakwah dan ibadah kemasyarakatan, banyak kegiatan dan jabatan yang dilakoninya, di antaranya ialah :

1.  Pengurus dan anggota perkumulan pelajar Syarofal Anam/PPSA 
     19 Ilir (sejak 1955).
2.  Anggota Gerakan Pemuda Islam Indonesia/GPII (1956).
3.  Anggota Persatuan Priyayi Palembang/PPP, seksi kesenian Asli   
     Pencak Silat (1958), Asuhan R.A. Hamid Ternate.
4. Kontingen Pekan Olah Raga GPII di Jakarta (1959).
5. Anggota Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah (1961).
6. Pengurus Majelis Taklim Umariyah.
7. Muazin dan Mubaligh Masjid Agung Palembang (1960).
8. Anggota Badan Syi’ar Islam/BASIS (1965).
9. Peserta UP Grading Course Al-Quran di selenggarakan oleh  
    BASIS Kodya Palembang (1967).
10. Imam Masjid Agung Palembang (1986-1990)
11. Pengurus DPC-KKP Tk. II Palembang (1996-2001).
12. syekh Ratib Samman, dll.

Kms. H. Ibrahim Umary berpulang ke rahmatullah pada tanggal 20 Syawal 1425 atau 2 Desember 2004, malam Jumat, dalam usia 66 Tahun. Dimakamkan di Ungkonan Candi Walang 24 ilir Palembang. Meninggalkan seorang istri bernama Nyayu Fatimah binti Kgs. H. Nungtjik, dan dua orang anak, yaitu : Nyimas Halimatussakdiyah dan Kms. H. Andi Syarifuddin, S.Ag.  (Sumber : 101 Ulama Sumsel Riwayat Hidup & Perjuangannya).
 

 


Manaqib Kyai Umar (Palembang)


Riwayat Hidup Ki.Kms.H. Umar

          Beliau adalah ulama besar, khatib penghulu, pengurus Masjid Agung, yang dijuluki oleh para muridnya dan masyarakat dengan sebutan “Puting Palembang”. Nama lengkapnya ialah Kemas Haji Umar bin Kms.H. Abdurrahman bin Kms.H. Mahmud bin Kms. Hasanuddin bin Kms.H. Mahidin Chotib bin Kms. Ahmad Husin bin Kms. Miyako bin Pangeran Demang Daeng Arya Wangsa bin Pangeran Temenggung Naga Wangsa Kms. Abdul Azis bin Geding Ilir bin Sunan Giri.

          Ia dilahirkan oleh ibunya Nyimas Hajjah Ucu binti Kms.H. Abu Hasan pada tahun 1880 di lingkungan Masjid Agung  kampung 19 ilir Palembang. Pendidikan dasarnya diberikan oleh ayahnya sendiri, Kms.H. Abdurrahman (w.1910) yang merupakan seorang ulama dan ahli pengobatan pada masa itu, bersama dengan saudaranya Kms. Nanang Abdul Aziz. Selain itu ia juga belajar kepada ulama-ulama besar Palembang lainnya seperti: Ki.Kgs.H. Nanang Abdullah Siroj (w.1922), Tuan Guru Kms.H. Umar Palembang Lamo (w.1927), Sayid Abdurrahman Jamalullail Hoofd Penghulu (w.1920), Syekh Muhammad Azhari (w.1932), dan lain-lain.

Ilmu yang dipelajarinya mencakup semua disiplin ilmu keagamaan seperti: Ilmu Tauhid, Fiqih, Al-Qur’an, Bahasa Arab (Nahwu-shorof), Hadis, Tasawwuf, dan lain sebagainya. Kepada Sayid Abdurrahman Jamalullail, ia belajar Ilmu Tasawwuf dan mengambil ijazah tarekat Sammaniyah.

          Kemudian pada tahun 1906, ia menunaikan ibadah haji ke Mekkah serta sekaligus menuntut ilmu di Masjidil Haram dan di Zawiyah Sammaniyah. Sahabatnya selama di Tanah Suci adalah Kms.H. Abdul Roni Azhari, Kgs.H. Nang Toyib Hoofd Penghulu, Syekh Nawawi Lampung, dll. Sedangkan gurunya selama menimba ilmu di sana antara lain: Syekh Ahmad Chotib Minangkabau, Syekh Abbas al-Maliki, Syekh Muhammad Hasan as-Samman al-Madani, dll.

          Sepulangnya dari Tanah Suci, Kms.H. Umar dikenal sangat alim dan wara’, hari-harinya diisi dengan ibadah dan dakwah.  Dalam tahun 1906, ia mendirikan Majelis Ta’lim Umariyah yang diselenggarakan di rumahnya sendiri yang sekaligus menjadi langgar (rumah langgar) di kampung 19 ilir Palembang jalan Guru-guru. Selain menjadi mudir di majelis ta’limnya, ia juga seorang guru agama Islam di masjid, langgar, maupun di rumah-rumah penduduk. Sedang beberapa jabatan yang diembannya antara lain: Pengurus Masjid Agung Palembang (1907-1953), Penyalur Badal Haji, menjadi Khatib Penghulu Palembang (1918-1953), Komisaris Majelis Ulama Pertimbangan Igama Islam Palembang (1930), Pengurus Lajnah Tanfiziah Majelis Ulama. Disamping itu ia pun menjadi syekh penyiar tarekat Sammaniyah yang zikirnya dikenal dengan Ratib Samman. Melalui ijazah dari beliaulah Ratib Samman terus diwiridkan di Palembang hingga kini.

Dalam kehidupan rumah tangga, Ki.Kms.H. Umar memiliki dua orang isteri. Isteri pertama bernama Nyimas Salma binti Kms.H. Agus bin Kms.H. Abang, menikah pada tahun 1907 dan wafat pada 9 Agustus 1938. Dari perkawinan ini memperoleh 6 orang putera, masing-masing bernama: Kms.M. Soleh (1908), Kms.H. Ismail (1912), Kms.M. Hasan (1916, pahlawan pertempuran 5 hari 5 malam), Kms. Abdullah (1921), Kms.M. Dahlan (1922) dan Kms.M. Husin (1926).

          Isteri kedua bernama Nyimas Hajjah Habibah binti Kms.M. Ali bin Kms.Hamim. Menikah pada tahun 1938, dianugerahi 4 putera dan 3 puteri, masing-masing: Kms.H. Ibrahim Umary (1939), Kms.H.M. Salim Umary (1941, imam Masjid Agung), Drs.Kms.H.M. Siddiq Umary, MM (1944), Nys. Rogaya (1947), Nys. Zuhro (1950), Nys. Maryamah (1951), dan Kms. Nangcik (1953).

          Ki. Kms.H. Umar wafat pada hari Rabu tanggal 14 Sya’ban 1372H bersamaan 26 April 1953M dalam usia 73 tahun. Jenazahnya dishalatkan di Masjid Agung dan dimakamkan di Ungkonan Candi Walang 24 ilir Palembang dengan diiringi para pengantar yang begitu membludak banyaknya (sekitar 1 Km panjangnya) sehingga kerangga beliau disambut hanya dari tangan ketangan. Sedangkan namanya diabadikan oleh pemerintah menjadi salah satu nama jalan yang melintas di kampung 19 ilir dan 22 ilir.

Majelis Ta’lim Umariyah

Majelis Ta’lim Umariyah didirikan oleh almarhum Ki. Kms.H. Umar pada tanggal 18 April 1906. Kegiatannya berlangsung di rumahnya sendiri yang sekaligus menjadi langgar (rumah langgar) di kampung 19 ilir Palembang. Banyak murid-murid yang belajar dengannya, baik yang berasal dari kota maupun yang berasal dari luar daerah, seperti: Pademaran, Pemulutan, Semendo, Campang Tiga, Muara Kelingi, Dusun Bati, Teluk Betung, Sungsang, Begayut, Tebing Tinggi, Lampung dan lain-lain.


Di antara murid-muridnya seperti:

● Kgs.H. Zuber bin Kgs.H. Agus (w.1958)

● Drs. Barmawi Umari

● KH. Mallawie Husien Campang Tiga (w.2002)

● Sayid Masyhur al-Khirid (w.1983)

● Sayid Alwi Bahsin (w.1985)

● Ki. Hasanuddin

● KH. Mukmin

● KH. Daud Rusydi (w.1987)

● Ki.Kgs.H.A. Rohim Ghani

● KH.A. Hamid / Cek Ahmad Pedamaran

● KHM. Zen Syukri (w.2012)

● KH. Abu Nawar (w.1986)

● HM. Ali Amin SH, (w.2011)

● KHM. Zen Pemulutan

● KH. Abubakar Bastari (w.1971)

● KH. Abdullah Zawawi (w.2013)

● Ki.Kms.H. Ismail Umary (w.1971)

● dll.

Bagi mereka yang berasal dari luar kota, mereka menginap/mondok di rumahnya yang lain yang terletak di Lorong Fakhruddin, tidak jauh dari langgarnya (rumah darat). Untuk keperluan bersuci bagi murid-muridnya, ia membuat sebuah kambang (kolam) di samping rumah langgar. Kambang ini dibuat pada tahun 1912 dan kini telah ditimbun.

          Di Majelis Ta’lim ini dipelajari berbagai ilmu agama, seperti: Pengajian al-Quran, Nahwu-Shorof, Ushuluddin, Fiqih, tasawwuf dan lain-lain. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada waktu itu dilakukan setiap hari, kecuali hari Selasa, dari pukul 09.00-12.00 Wib.

Daftar Pelajaran/Cawisan 

Ahad :  –Minhaj al-‘Abidin (Tasawuf)

Senin : Tarekat Sammaniyah

Selasa : libur

Rabu :  – Hidayah as-Salikin (Tasawuf)

             – Sair as-Salikin (Tasawuf)

Kamis : – Syarah Ushul at-Tahqiq

Jum’at : – al-Hikam (Tasawuf)

              – ad-Dur an-Nafis (Tauhid)

Sabtu :  – Sabil al-Muhtadin (fiqh)

              – I’anah at-Thalibin (fiqh)

          Selain itu pula disediakan perpustakaan yang mengoleksi ratusan kitab-kitab agama yang penting baik yang sudah dicetak maupun masih berupa naskah tulisan tangan (manuskrip).

          Dari tahun ketahun muridnya kian bertambah banyak, sehingga rumahnya tak mampu lagi untuk menampung murid-muridnya. Oleh sebab itu, atas desakan murid-muridnya agar merenovasi rumahnya yang lama dan mendirikan sebuah langgar yang lebih besar supaya lebih leluasa dalam memberikan pelajaran kepada para muridnya. Akhirnya didirikanlah rumah langgar yang sebelumnya merupakan rumah limas endep yang berukuran kecil. Rumah lamanya ini dibongkar dan didirikan rumah langgar yang baru berlantai dua (rumah panggung) secara gotong royong pada tanggal 11 Jumadil Awal 1343H (1924), berukuran 12 x 13.90  m2.

          Demikianlah Majelis Ta’lim yang diambil dari namanya ini diasuh dengan segala suka dan dukanya, hingga beliau wafat pada tahun 1953, disaat Majelis Ta’lim yang ia asuh telah berjalan ½ abad atau 51 tahun.

          Setelah beliau wafat, Majelis Ta’lim ini dilanjutkan dan diasuh oleh puteranya yang bernama Ki. Kms.H. Ismail Umary dengan mempergunakan waktu, hari, system dan metode yang tidak banyak berbeda dengan ayahnya. Ia mengasuh Majelis Ta’lim ini selama 18 tahun dengan segala keikhlasannya sampai wafat pada tahun 1971.

          Kemudian Majelis Ta’lim Umariyah ini dilanjutkan dan diasuh oleh saudaranya, Kms. Muhammad Dahlan Umary yang dikenal dengan panggilan ustaz Dahlan, dengan dibantu oleh keponakannya, Kms.A.Rahman Ismail. Ustaz Dahlan mengasuh Majelis Ta’lim hanya Selama 6 tahun, sebab pada tahun 1977 beliau berpulang ke rahmatullah. Majelis Ta’lim selanjutnya diasuh oleh Drs.Kms.A.Rahman Ismail, karena kesibukannya sebagai PNS yang menjabat Kepala KUA Kecamatan Ilir Timur waktu itu, maka Majelis Ta’lim diserahkan kepada ustaz H. Abdul Hamid yang terkenal dengan sebutan Cek Ahmad Pedamaran.

          Hingga sekarang, Majelis Ta’lim Umariyah telah berusia seabad lebih atau tepatnya 108 tahun dari sejak berdirinya. Kini kegiatannya berupa: pengajian al-Quran, Bimbingan Ibadah Haji, Syarofal Anam, Ratib Samman, perpustakaan, menerbitkan buku, brosur-brosur dan lain-lain. yang masih diasuh oleh anak dan cucu Ki. Kms.H. Umar diantaranya ialah Kms.H.M. Salim Umary dan Kms.H. Andi Syarifuddin, S.Ag.

          Sedangkan Perpustakaan Umariyah, dengan beberapa koleksi naskah kunonya (manuskrip) telah menarik pengunjung dari berbagai daerah bahkan manca Negara seperti: Jepang, Belanda, Australia, Malaysia dan lain-lain untuk keperluan riset dan penelitian.


Sanad-sanad Keilmuan Ki.Kms.H. Umar

۩ Sanad Tarekat Sammaniyah:

1. Allah SWT

2. Jibril AS.

3. Nabi Muhammad SAW. (wafat 632)

4. Sayidina Ali bin Abi Thalib (w.661)

5. Hasan Al-Basri (w.728)

6. Habib Al-Ajami (w.738)

7. Daud At-Tha’i (w.777)

8. Makruf Al-Karkhi (w.815)

9. As-Sari As-Saqathi (w.867)

10. Al-Junaid Al-Baghdadi (w.910)

11. Mamsya’ Ad-Dainuri (w.912)

12. Muhammad Ad-Dainuri

13. Muhammad Al-Bakri

14. Wajihuddin Al-Qadhi

15. Syekh Umar Al-Bakri

16. Abin Najib As-Suhrawardi (w.1168)

17. Qutbuddin Al-Abhari

18. Ruknuddin Muhammad An-Najasyi

19. Syahabuddin At-Tabrizi

20. Jamaluddin Al-Ahwari

21. Abi Ishak Ibrahim Al-Zahid Al-Kailani

22. Akha Muhammad Al-Khalwati (w.1316)

23. Pir Umar Al-Khalwati (w.1397)

24. Muhammad Mirum Al-Khalwati (w.1462)

25. Syekh Izzuddin

26. Pir Shadruddin

27. Abu Zakaria Al-Syarwani Al-Bakuni

28. Pir Muhammad Al-Azaljani

29. Syekh Jili Sultan Al-Aqrai/Jamal Al-Khalwati

30. Syekh Khairuddin Al-Tauqai

31. Syekh Sya’ban Afandi Al-Qastamuni

32. Sayidi Muhyiddin Al-Qastamuni

33. Sayidi Umar Al-Fuadi

34. Syekh Ismail Al-Jurumi

35. Syekh Ali Afandi Qurabasi (w.1650)

36. Syekh Mustafa Afandi Al-Adranuri

37. Syekh Abdul Latif

38. Syekh Mustafa Al-Bakri bin Kamaluddin (w.1749)

39. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Karim Al-Madani (w.1776)

40. Syekh Abdus Samad bin Abdurrahman Al-Palembani (w.1819)

41. Syekh Kgs. Muhammad Akib bin Kgs. Hasanuddin

 


SYEKH ABDUS SHOMAD AL-FALIMBANI

SEORANG ULAMA BESAR DARI PALEMBANG


●  EMPAT SERANGKAI ULAMA JAWI

     Asy-Syaikh Abdus Shomad Al-Falimbani adalah salah satu dari empat serangkai Ulama Jawi. "Jawi" : sebutan untuk wilayah nusantara temasuk malaysia, Singapura, Brunei, Moro/Philipina dan Pattani/Thailand. Berasal dari kata "JiWi" (Ji = satu, Wi = Widhi atau Tuhan). Jadi makna Bani Jawi (JiWi) adalah kaum yang menyakini adanya satu Tuhan. Kebanyakan mereka berhijrah dan menetap di sebelah negeri di “atas angin” (al-Jawwu : الجو).


● Keempat Ulama tersebut :

1. Syekh Abdurrahman Masri Al-Batawi

2. Syekh Abdusshomad Al-Falimbani 

3. Syekh Abdul Wahab Bugis 

4. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Kalampayan).



SEMUA ULAMA TERSEBUT : 

أشعري المعتقد... شافعي المذهب

"Berfaham Ahlussunnah wal Jamaah, "Asy'ariyyah" dalam aqidah dan "Syafi'iyah" dalam madzhab fiqihnya. 

     Keempat Serangkai Ulama Jawi (Al Jawi/Nusantara) tersebut, diakui kapasitas keilmuwannya. Keempatnya sering bersama-sama baik dalam memilih guru maupun menuntut ilmu. Keberadaan mereka cukup disegani ulama ulama Mekkah Madinah pada masanya, yakni diawal abad 19 M. 

      Dan nyata pula bahwa telah beratus-ratus tahun Nusantara berfaham "Ahlussunnah", yang artinya, faham Ahlussunnah (Asy'ariy-Syafi'iy) ini telah berakar kuat dan akan tetap kuat sampai akhir masa... 


● MANAQIB SYEKH ABDUS SHOMAD 

     Bila berbicara perjuangan atau penyebaran Islam di Nusantara, salah satu nama yang akan disebut dan dibahas yakni Syekh Abdul Samad. Seorang ulama besar pada masanya yang dilahirkan di Palembang pada 1116 Hijiriyah atau 1704 Masehi.

     Masyarakat Palembang, termasuk pula keturunannya, menyebut namanya Syekh Abdul Samad Al-Falembani. Namun ada tiga nama lain yang menyebutkan ulama besar ini. Yakni berdasarkan Ensiklopedia Islam, namanya Abdus Samad Al-Jawi Al-Falembani. Lalu berdasarkan sumber sumber-sumber Melayu, seperti ditulis oleh Azyumardi Azra dalam bukunya 'Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (Mizan: 1994)', namanya Abdul Samad bin Abdullah Al-Jawi Al-Falembani. Ketiga, masih menurut Azyumardi Azra, apabila merujuk pada sumber-sumber Arab, namanya Sayyid Abdus Al-Samad bin Abdurrahman Al-Jawi.

    Lalu, dari garis keturunan bangsa apa sebenarnya Syeikh Abdul Samad ini? Bila dilihat garis bapak, dia masih keturunan Arab. Nama bapaknya Syekh Abdul Jalil bin Syekh Abdul Wahhab bin Syekh Ahmad Al-Mahdani. Bapaknya seorang ulama dari Yaman. Yang sebelum datang ke Palembang, sempat mampir dahulu di Kedah, Malaysia. Di sana, dia menikahi Wan Zainab, puteri Dato Sri Maharaja Dewa.

    Sementara ibu Syekh Abdul Samad adalah Radin Ranti, seorang perempuan Palembang. Jadi jika dilihat garis keturunan ibu, Syeikh Abdul Samad keturunan Palembang. Seperti para ulama di masanya, Syekh Abdul Samad ini banyak melakukan pengembaraan dalam menuntut ilmu. Baik di Nusantara maupun di negeri yang jauh, seperti Arab.


● MENUNTUT ILMU

     Guru pertama Syekh Abdul Samad yakni bapaknya sendiri, Syekh Abdul Jalil. Selanjutnya dia disekolahkan ke pondok pesantren di negeri Patani (Thailand). Pada masa itu Patani adalah salah satu tempat menempa ilmu-ilmu ke-Islaman dengan sistem pondok.

    Mungkin saja Syekh Abdul Samad bersama saudara-saudaranya seperti Wan Abdullah dan Wan Abdul Qadir telah memasuki pondok-pondok yang terkenal saat itu, seperti Pondok Bendang Gucil di Kerisik, Pondok Kuala Bekah atau Pondok Semala.

    Di antara para gurunya di Patani, yang dapat diketahui dengan jelas hanyalah Syekh Abdur Rahman bin Abdul Mubin Pauh Bok. Beliau juga mempelajari ilmu sufi daripada Syekh Muhammad bin Samman, selain mendalami kitab-kitab tasawuf dari Syekh Abdul Rauf Singkel dan Samsuddin Al-Sumaterani, kedua-duanya dari Aceh.

    Dari Patani, Syekh Abdul Samad belajar ke Mekah dan Madinah. Di sini dia banyak bergaul dengan para ulama asal Nusantara lainnya seperti Muhammad Arsyad Al-Banjari, Abdul Wahhab Bugis, Abdul Rahman Al-Batawi, dan Daud Al-Fatani. Walaupun menetap di Mekah, Syekh Abdul Samad, menurut Azyumardi, tetap memberikan perhatian besar pada perkembangan sosial, politik, dan keagamaan di Nusantara.

    Gurunya di Mekah antara lai Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani, Muhammad bin Sulayman Al-Kurdi, dan Abdul Al-Mun'im Al-Damanhuri. Kemudian dia berguru dengan Ibrahim Al-Rais, Muhammad Murad, Muhammad Al-Jawhari, dan Athaullah Al-Mashri.


● KARYA TULIS BELIAU

     Beliau adalah pengarang Kitab Hidayatussalikin (Bahasa Arab Melayu) dan kitab Siyarus Salikin yang banyak diajarkan dimajlis-majlis pengajian di Tanah Betawi dan Kalimantan Selatan. 


Kitab susunan Syekh Abdul Samad al-Falembani diantaranya :

1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimatit Tauhid, 1178 H/1764 M.

2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/1765 M.

3. Hidayatus Salikin fi Suluki MaslakilMuttaqin, 1192 H/1778 M.

4. Siyarus Salikin ila ‘Ibadati Rabbil 'Alamin, 1194 H/1780 M-1203 H/1788 M.

5. Al-'Urwatul Wutsqa wa Silsiltu Waliyil Atqa.

6. Ratib Sheikh 'Abdus Shamad al-Falimbani.

7. Nashihatul Muslimina wa Tazkiratul Mu’minina fi Fadhailil Jihadi wa

Karaamatil Mujtahidina fi Sabilillah.

8. Ar-Risalatu fi Kaifiyatir Ratib Lailatil Jum’ah

9. Mulhiqun fi Bayani Fawaidin Nafi'ah fi Jihadi fi Sabilillah

10. Zatul Muttaqin fi Tauhidi Rabbil 'Alamin

11. 'Ilmut Tasawuf

12. Mulkhishut Tuhbatil Mafdhah minar Rahmatil Mahdah 'Alaihis Shalatu was Salam

13. Kitab Mi'raj, 1201 H/1786 M.

14. Anisul Muttaqin

15. Puisi Kemenangan Kedah.


● PERANG JIHAD DAN SYAHIDNYA SYEKH ABDUS SHOMAD

     Setelah kembali ke Makkah, Syekh Abdul Samad al-Falimbani tetap ingin pulang ke Nusantara. Dia telah lama bercita-cita untuk ikut serta dalam salah satu peperangan melawan para penjajah di Nusantara. Namun setelah dipertimbangkan, dia lebih tertarik membantu umat Islam di Pattani dan Kedah melawan keganasan Siam.

    Dalam peperangan itu, dia memegang peranan penting dengan beberapa panglima Melayu lainnya. Ada catatan menarik mengatakan beliau bukan berfungsi sebagai panglima sebenarnya tetapi beliau bertindak sebagai seorang ulama sufi yang sentiasa berwirid, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bersalawat setiap siang dan malam.


● Misteri tentang wafatnya. 

    Sulit sekali menemukan tahun pasti wafatnya Syeikh Abdul Samad. Menurut Dr M Chatib Quzwain dalam bukunya "Mengenal Allah Suatu Studi Mengenal Ajaran Tasauf Sheikh Abdus Shamad al-Palimbani" pada tahun 1244 hijriyah atau 1828 masehi dikatakan umur Syekh Abdul Samad 124 tahun.

     Sementara Dr Azyumardi Azra menulis, "Meskipun saya tidak dapat menentukan secara pasti angka-angka tahun di seputar kehidupannya, semua sumber bersatu kata bahwa rentang masa hidup Al-Palimbani adalah dari dasawarsa pertama hingga akhir abad kedelapan belas.

    Al-Baythar menyatakan, Al-Palimbani meninggal setelah 1200 hijriyah atau 1785 Masehi. Tetapi kemungkinan besar dia meninggal setelah 1203 Hijriyah atau 1789 Masehi, setelah dia menulis karya terkenalnya 'Sayr Al-Salikin'. Saat itu usianya berkisar 85 tahun.

     Berdasarkan sumber di Kedah, dia dikatakan terbunuh dalam perang melawan Thailand pada 1244 Hijriyah atau 1828 Masehi. Lalu di mana Syekh Abdul Samad dimakamkan? Dr M Chatib Quzwain menyebut bahwa makam Syekh Abdul Samad di Palembang, tapi di Palembang belum didapatkan informasi di mana makamnya di Palembang. Sedangkan Dr Azyumardi Azra menulis, "Ada kesan kuat dia meninggal di Arabia".

    Tetapi, yang jelas, seperti ditulis penyair Malaysia yakni Muhammad Abdulloh bin Suradi dalam artikelnya "Syekh Abdul Samad Al-Falimbani, Ulama, Sufi dan Syuhada" masyarakat di Patani mengklaim telah menemukan makam Syeikh Abdul Samad di antara kampung Sekom dengan Cenak, di kawasan Tiba, Patani Utara, Thailand.

    Makam beliau di tengah hutan karena beliau dulu ikut serta dalam perjuangan melawan kerajaan Siam Budha Thailand yg ingin merebut tanah Melayu Pattani yg sekarang menjadi bagian negara Thailand

As-Sheikh Abdul Samad Al-Palembangi mati syahid ketika berjuang bersama tentera Melayu Kedah melawan Tentara Kerajaan Siam Budha Thailand.


قال الله سبحانه وتعالي :

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

"Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan ALLOH itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi TUHAN-nya dengan mendapat rezeki".


(Surat Ali-Imran (3) Ayat 169).

صدق الله العظيم

والله أعلم بالصواب

Datuk Muhammad Akib

 


Datuk Muhammad Akib (Kiagus Haji Datuk Muhammad Akib)

Beliau adalah seorang syekh Tarekat Syathariyah Sammaniyah, ulama sufi dan Waliyullah Palembang. Nama dan silsilah lengkapnya ialah Kiagus Haji Muhammad Akib bin Kgs.H.Hasanuddin bin Khalifah Jakfar bin Kgs.Muhammad Khalifah Gemuk bin Ki. Bodro Wongso bin Pangeran Fatahillah Gunung Jati dan seterusnya sampai ke nabi Muhammad SAW. Ia lebih dikenal dengan sebutan Datuk Akib.

Dilahirkan pada tahun 1760 oleh ibunya, Syarifah Habibah binti Sayid Muhammad bin Amir Thoyib Jamalullail, seorang gadis keturunan Arab berasal dari Guguk Kampung Anyar di lingkungan Masjid Agung. Akib merupakan putra sulung dari enam bersaudara. Dasar-dasar pendidikan agamanya didapat dari ayahnya sendiri, Syekh Hasanuddin dan kakeknya. Ayahnya, selain ulama, juga menjabat sebagai Panglima Kesultanan Palembang Darussalam. Oleh sebab itu, setelah wafatnya dikuburkan di Kawah Tekurep komplek pemakaman Sultan Mahmud Badaruddin I. Sedangkan bibinya Nyayu Badariah binti Kgs.Jakfar menjadi mertua SMB I, karena anaknya Nyimas Naimah menikah dengan sultan dan juga dimakamkan di dalam Gubah Kawah Tekurep.

Selanjutnya Akib berguru kepada ulama-ulama besar Palembang waktu itu, seperti: Sultan Muhammad Bahauddin, Sayid Sulaiman, Syekh Pahang, dll. Oleh sultan ia dikirim ke tanah suci untuk melanjutkan studinya. Di Haramain ia berguru kepada para ulama terkenal dari berbagai disiplin ilmu, yang paling utama dan berkesan baginya ialah Syekh Abdus Somad al-Palembani, mempelajari tasawuf serta mengambil ijazah Tarekat Syathariyah Sammaniyah. Ia juga ahli dalam ilmu fiqih, hadis, sanad, pengobatan serta hafal al-Qur’an, dan dapat kehormatan menjadi imam di Masjid Nabawi Madinah.

Setelah kembali ke Palembang, bersama keluarganya ia menetap di Guguk Pengulon di lingkungan Masjid Agung, menjadi Imam Besar Masjid Agung Palembang dan khalifah Tarekat Syathariyah Sammaniyah. Di sini pula ia mendirikan majelis ta’lim yang banyak didatangi santri-santri dari berbagai daerah. Untuk memudahkan para santrinya membersihkan diri selama mondok, dibuatlah sebuah kolam berukuran 12×6 meter. Kolam ini dikenal dengan “Kambang Ijo” (Kolam Hijau) dan sayangnya kolam bersejarah ini kini telah ditimbun untuk pembuatan jalan.

Murid-muridnya yang terkenal dan berpengaruh dalam syiar Islam di Sumatera Selatan sangat banyak di antaranya putra-putranya sendiri, Kgs.H.Abdul Malik (khatib imam Masjid Agung) dan Kgs.M.Said. Muridnya yang lain adalah: Sayid Hasyir Jamalullail, Syekh Kgs.Abdullah bin Makruf, Datuk Sidiq, Ki.Marogan, Syekh Nawawi Banten, dll.

Datuk Muhammad Akib wafat pada hari Selasa, tanggal 29 Rabiul Akhir 1265H atau 1849M, pemakamannya dikenal dengan sebutan keramat “Gubah Datuk” di 24 ilir, dan sering diziarahi penduduk untuk ngalap berkah. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kampung 19-22 ilir (Jl.Datuk M.Akib). Sedangkan lingkungan tempat tinggalnya dikenal dengan Guguk Pengulon berlokasi di belakang Masjid Agung, Kampung 19 ilir, Jalan Guru-guru (kini Jl.Faqih Jalaluddin).

=========================================================================

Majelis Zikir Thariqat Sammaniyah Umariyah Palembang, melakukann ziarah rutin dan pembacaan Ratib Samman di Kubah Datuk Muhammad Akib setiap malam 14-ansetiap bulannya.










Senin, 27 Januari 2025

KEKUATAN TASAWUF, PEJUANG SUFI DAN ORANG-ORANG THORIQAH..

 BANGGA DGN RIDHO ALLAH MENJADI AHLI THORIQOH.


KEKUATAN TASAWUF, 

PEJUANG SUFI 

DAN ORANG-ORANG THORIQAH..


Pernah dengar roket al-Qassam milik pejuang hamas?

Nama itu diambil dari pejuang Palestina Syaikh Izzuddin al-Qassam, mursyid Thariqah Syadziliyah.

Pernah baca atau nonton Lion of The Desert? Itu kisah asy-Syahid Syaikh Umar al-Mukhtar di Libya. Pejuang rakyat Libya ini ditakuti penjajah eropa sehingga beliau ditangkap dan menemui kesyahidan di tiang gantungan. Beliau syaikh dalam barisan Thariqah Sanusiyyah.

Pernah membaca bagaimana kehebatan Sulthan Muhammad al-Fatih bersama pasukannya menaklukkan konstantinopel? Sulthan Muhammad II adalah pengikut Thareqah Naqsyabandiyah, dibawah bimbingan Syaikh Aq Syamsuddin al-Naqsyabandi, seorang mursyid thariqah. 

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam telah mengabarkan bahwa pemimpin dan pasukan terbaik adalah mereka.

Anggota pasukan Sulthan berasal dari kesatuan tarekat2 yang berkembang waktu itu.

Kagum dengan keberanian Shalahuddin al-Ayyubi pahlawan perang salib? Beliau adalah orang yang bertasawuf. Sebelumnya ada Sulthan Nuruddin Mahmud Zankiy yang juga pengikut dan pencinta Tasawuf.

Pernah dengar keberanian pasukan muslim pegunungan Kaukasus melawan gempuran tentara Tsar Rusia? Imam Syamil al-Daghestani adalah pemimpin utama muslim dalam perlawanan tersebut. Beliau yang merupakan mursyid Thariqah Naqsyabandiyah bersama murid2 tarekatnya super merepotkan tentara rusia dalam menduduki wilayah kaukasus.

Perang jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro adalah perang paling melelahkan bagi penjajah Belanda di nusantara. Pangeran Diponegoro atau Pangeran Goa Selarong yang bersorban itu adalah mursyid Thariqah Qodiriyah.

Syaikh Yusuf al-Makassari diasingkan oleh belanda ke Srilanka karena kegigihannya melawan penjajah. Terakhir dibuang ke Afrika Selatan pun masih berjuang melawan penjajahan. Indonesia dan Afrika Selatan menganugerahkan gelar pahlawan kepada beliau. Jangan lupa bahwa beliau ulama Tarekat.

Di Somalia ada Syaikh Muhammad Abdullah Hasan, atau penjajah eropa menyebutnya "Mad Mullah". Pasang surut perjuangannya tidak akan dilupakan rakyat Somalia. Beliau adalah penganut Thariqah Shalahiyyah.

Di al-Jazair ada Syaikh Abdul Qadir al-Jazairiy, ulama Thariqah Qodiriyah dan pemimpin perjuangan rakyat al-Jazair melawan penjajah.

Dibanyak tempat dan daerah pada masa penjajahan, para penjajah selalu berhadapan dengan Syaikh, Mursyid, Guru dan ulama tarekat beserta murid-muridnya.

Pahamkah Anda kenapa begitu massifnya propaganda bahwa tasawuf itu sesat? Bahwa orang tarekat kerjanya hanya dzikir dan ibadah saja? Bahwa ngaji tarekat itu hanya orang-orang tertentu saja yang sudah tua? Karena musuh Islam takut melawan orang tarekat. 

Pengalaman sudah mengajarkan mereka bahwa garda terdepan perlawanan ummat Islam terhadap penjajahan adalah lebih banyak dilakoni oleh kaum tarekat. Jadi salah satu inti kekuatan Islam harus dipadamkan dulu. Tidak bisa dari luar maka dari dalam digerogoti dengan tuduhan miring terhadap tasawuf dan thariqah.

Laku tasawuf memang tak jauh dari berdzikir, berurai air mata di malam hari, menuntaskan wirid dan hizb yang diijazahkan guru. Tak perlu dibicarakan dan diberitakan berapa ribu kalimah Laa ilaha illallah, istighfar, ya Rahman, ya Rahim, ya Qawwiy, ya 'Aziiz yang diamanahkan oleh mursyid untuk dibaca di malam2 hari.

Ingat!! Mereka para kaum tarekat itu sedang mengasah senjata di malam hari! Kalau saja ada musuh datang menghadang entah dari mana datangnya nanti, murid-murid insya Allah sudah mafhum cara menebaskan pedangnya.

Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada guru-guru kami, mursyid-mursyid kami, kecintaan terhadap ilmu tasawuf dan tarekat, menjadi penanda cinta kami padaMu dan pada rasulMu. Ammiin.. 

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻙ ﻭﻧﺒﻴﻚ ﻭﺭﺳﻮﻟﻚ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻻﻣﻲ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﺑﻘﺪﺭ ﻋﻈﻤﺔ ﺫﺍﺗﻚ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ 

ﻭﺣﻴﻦ...

Memahami Hakikat Ketuhanan Lewat Filosofi Buah Kelapa Oleh: Abah Al-Faqir Hendri Kusnadi

Memahami Hakikat Ketuhanan Lewat Filosofi Buah Kelapa 

Oleh: Abah Al-Faqir Hendri Kusnadi 

=================

Tulisan ini diadaptasi dari berbagai sumber dan dijelaskan di paparkan dengan lebih rinci dlm tulisan paragrap terakhir

Tulisan Abah Hendri Kusnadi ini lumayan panjang, hasil jawaban dari kolom komentar di fb, jika pertanyaan sahabat di fb abah nilai sharing abah dg senang hati akan menjawabnya tapi jika isinya itu menjajaki dan mengetes abah tahu kok, cukup abah jawab saja yg bertanya lebih tahu dari yg ditanya atau jika sdh kurang adab mau jajal ngetes maka sangat sorry lah abah tdk mau merespon apalgi menjawab seharusnya jika itu mengetes cukup di kolom Messenger atau kalo di wa di japri pribadi karena itu sama saja dengan menjatuhkan martabat orang tpi jka sharing diskusi atau pertanyaan tsb ingin menambah wawasan atau sharing atau betul-betul tidak tahu mka dg senang hati dijawab oleh Abah. 

Nah pertannya dari saudara kita ini hanya ingin sharing dan itu abah sangat suka. 

Pertanyaan beliau 

Sbb:

Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Pak ust. 

Saya  pernah mendengar sesepuh orang tua, katanya Carilah Pohon Yang Tak Ada Anak dan Tak diperanakan sedangkan Buah lain ada anaknya semua kecuali Kelapa Ilmu ikhlas dalam kajian Ilmu ikhlas ada pada filosofi kelapa dan juga termasuk ilmu KeEsaan Tuhan juga.

Yang ku tanyakan bagaimana ustadz menyikapi dalam hal Ilmu Filosofi Buah Kelapa?


Terima kasih,Syukron Katsiron 🙏

=================

Jawaban:

 Buah kelapa memiliki beberapa makna filosofi, yaitu:

Ketahanan dan keteguhan, 

Buah kelapa yang tahan lama dapat diartikan sebagai ketahanan dan keteguhan dalam menghadapi tantangan hidup. 

Berjuang dalam kondisi berat, 

Buah kelapa mengikuti arus sampai menemukan tempat yang baik untuk tumbuh, mengajarkan manusia untuk tetap bertahan dan berjuang meski dalam kondisi yang berat. 

Beradaptasi

Pohon kelapa dapat tumbuh di mana saja, seperti di pantai atau daerah berbatu, karena mampu beradaptasi dengan memanfaatkan cadangan makanannya. 

Memberikan manfaat

Semua bagian pohon kelapa memiliki manfaat, seperti daun yang dapat dianyam menjadi atap, kayunya untuk bangunan, hingga daging buah yang bisa dijadikan santan. 

Mandiri

Pohon kelapa menjulang tinggi dan berdiri kokoh di atas akarnya yang menancap kuat ke tanah, merupakan simbol kemandirian. 

Tidak rakus

Pohon kelapa tidak merusak habitat sekitar, justru banyak tanaman bernaung di bawahnya. 

Tidak mudah goyah

Pohon kelapa tidak akan goyah walaupun ditiup angin kencang maupun digoyangkan banyak orang.

 Pohon kelapa mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bermanfaat 

Jika dilihat sekilas, pohon kelapa sebagaimana tanaman pada umumnya. Tidak ada yang unik dan juga spesial. Padahal dari sebatang pohon kelapa kita bisa memperoleh banyak keuntungan. Mulai dari buah, batang, maupun daunnya.Pohon kelapa turut mengajarkan kita tentang arti manfaat. Setiap komponen pohon kelapa bisa membawa keuntungan bagi orang-orang sekitar. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bisa mencontoh. Jadilah manusia yang senantiasa menebar manfaat bagi sesama.

 Buah kelapa memiliki beberapa makna filosofi, yaitu:

Ketahanan dan keteguhan

Buah kelapa yang tahan lama dapat diartikan sebagai ketahanan dan keteguhan dalam menghadapi tantangan hidup. 

Berjuang dalam kondisi berat

Buah kelapa mengikuti arus sampai menemukan tempat yang baik untuk tumbuh, mengajarkan manusia untuk tetap bertahan dan berjuang meski dalam kondisi yang berat. 

Beradaptasi

Pohon kelapa dapat tumbuh di mana saja, seperti di pantai atau daerah berbatu, karena mampu beradaptasi dengan memanfaatkan cadangan makanannya. 

Memberikan manfaat

Semua bagian pohon kelapa memiliki manfaat, seperti daun yang dapat dianyam menjadi atap, kayunya untuk bangunan, hingga daging buah yang bisa dijadikan santan. 

Mandiri

Pohon kelapa menjulang tinggi dan berdiri kokoh di atas akarnya yang menancap kuat ke tanah, merupakan simbol kemandirian. 

Tidak rakus

Pohon kelapa tidak merusak habitat sekitar, justru banyak tanaman bernaung di bawahnya. 

Tidak mudah goyah

Pohon kelapa tidak akan goyah walaupun ditiup angin kencang maupun digoyangkan banyak orang.

 Pohon kelapa mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bermanfaat 

 Batangnya yang tinggi kokoh mengajarkan kita tentang ketegaran 


 Pelajaran Hidup dari Pohon Kelapa yg lain Yuk Diresapi!".


 Jika dilihat sekilas, pohon kelapa sebagaimana tanaman pada umumnya. Tidak ada yang unik dan juga spesial. Padahal dari sebatang pohon kelapa kita bisa memperoleh banyak keuntungan. Mulai dari buah, batang, maupun daunnya.Pohon kelapa turut mengajarkan kita tentang arti manfaat. Setiap komponen pohon kelapa bisa membawa keuntungan bagi orang-orang sekitar. Maka dari itu, sudah seharusnya kita bisa mencontoh. Jadilah manusia yang senantiasa menebar manfaat bagi sesama.

 Sebenarnya tidak ada bahasa yang bisa mengungkapkan misteri tentang Tuhan dan tidak ada pula pembahasan yang bisa dengan sempurna menggambarkan hakikat Tuhan. Tuhan, dalam sepanjang sejarah peradaban manusia akan menjadi misteri dan akan terus misteri kalau proses pencariannya hanya dengan menggunakan ilmu akal semata. Untuk memudahkan manusia memahami hakikat Tuhan, maka di dalam kitab suci Tuhan memberikan perumpamaan-perumpamaan agar manusia lebih akrab mengenal-Nya.

 Salah satu ungkapan hakikat Tuhan dalam al-Qur’an ada di dalam surat An-Nur, 35 :

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu.

Ayat ini kalau kita perhatikan dengan seksama menjelaskan kepada kita tentang hakikat cahaya Allah dalam bentuk perumpamaan, sesuatu yang dikenal oleh umat di zaman itu yaitu pohon zaitun. Tentu yang dimaksud poho zaitun bukanlah pohon zaitun dalam makna harfiah, tapi itu hanyalah symbol atau perumpamaan. “Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki”, Guru Sufi menjelaskan bahwa cahaya di atas cahaya itu tidak lain adalah para Rasul dan Para Wali, mereka berada di dalam cahaya dan mereka tidak lain terbit dari cahaya Allah SWT. Allah dengan Pengasih dan Penyayang membimbing manusia kepada cahaya-Nya, membimbing manusia untuk meng-imani Rasul-Nya, mengambil semua pelajaran dari Rasul dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 Ulama di tanah air menceritakan tentang hakikat seperti dalam surat An-Nur, 35 bukan dalam bentuk pohon zaitun karena masyarakat di tanah air tidak mengenal sama sekali pohon zaitun, para ulama member perumpamaan tentang hakikat dengan bentuk Buah Kelapa.

 Buah kelapa sebagaimana kita ketahui mempunyai lapisan, mulai dari kulit terluar, sabut kelapa, batoknya yang keras sampai kepada daging yang berisi santan. Santan secara alamiah mudah membusuk, harus diproses terlebih dulu agar bisa menjadi minyak. Setelah menjadi minyak barulah kelapa tadi menjadi “Abadi”, tahan lama, ikan dalam kondisi setengah busuk pun kalau di goring dengan minyak yang telah di proses akan menjadi harum dan enak dimakan.

 Struktur buah kelapa yang berlapis dijadikan oleh ulama zaman dulu untuk menjelaskan tentang agama yang juga mempunyai lapisan-lapisan. Kulit terluar kelapa bisa di gambarkan sebagai syariat. Kulit kelapa berfungsi untuk melindungi lapisan dalam, melindungi terhadap benturan. Kulit dan sabut kelapa juga berfungsi untuk penyebaran buah kelapa, ketika buah kelapa jatuh ke air atau ke laut dia akan mengapung. Itulah sebabnya kelapa bisa dijumpai di pulau yang tidak berpenghuni di tengah laut, proses penyebarannya karena buah kelapa mengapung di bawa arus dan terdampar di pulau terasing kemudian tumbuh. Kulit dan sabut kelapa ini sangat penting kedudukannya karena berfungsi sebagai penyebar kelapa, sama halnya dengan syariat yang berfungsi untuk menyebarkan agama keseluruh muka bumi.

 Batok atau tempurung kelapa yang keras berada di dalam kulit dan sabut kelapa bisa di ibaratkan dengan Tarekat, keras dan juga tidak ada santan di dalamnya, fungsinya melindungi secara langsung daging buah kelapa dari gangguan-gangguan dari luar. Batok kelapa ini sebagai tempat melekat dari daging kelapa dan juga sebagai penghubung antara daging kelapa dengan kulit terluar. Untuk bisa menembus batok kelapa yang keras diperlukan kesungguhan, usaha yang istiqamah. Berbeda dengan kulit terluar kelapa dan sabut kelapa yang lebih mudah di tembus dan lebih mudah dijumpai karena memang terlihat. Karena di batok kelapa tidak ada daging apalagi santan, maka seorang yang hanya menempel di tarekat tanpa mau melaksanakan zikir, melaksanakan perintah Guru dan istiqamah beramal maka sama seperti dia berada di kulit luar, sama dengan syariat, tidak mendapatkan apa-apa. Maka mustahil orang yang mala mini menekuni tarekat besok langsung ke tahap makrifat, itu tidak mungkin. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tarekat itu adalah perbuatanku”, atau bisa disebut Hakikat itu metodeku, caraku untuk berhubungan dengan Allah di Terakat pula tersimpan amalan dzikir dan ubudiah untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menembus sampai kepada daging kelapa. Itulah sebabnya di dalam tarekat terdapa suluk, intensif beramal dalam sekian hari, ada adab-adab yang harus dipatuhi dengan ketat, aturan yang keras

 begitulah yang harus dilakukan agar bisa melewati tempurung kelapa yang keras.

Daging kelapa itu ibarat Hakikat, disana tersimpan rahasia keabadian rohani dari manusia. Rasulullah mengatakan “Hakikat itu Kediamanku”, Beliau selama 24 jam berada dalam alam hakikat karena memang dalam diri Beliau telah ada Nur Allah SWT. Apa yang Beliau kerjakan sepenuhnya adalah “gerak” Allah yang bersemayam dalam diri Beliau. Di dalam santan itulah tersimpan minyak yang bersifat abadi. Rasulullah mengatakan, “Makrifat itu adalah Rahasiaku”, kenapa menjadi rahasia karena memang makrifat itu berada di dalam hakikat. Ibarat minyak tidak akan muncul dengan sendirinya tanpa diproses terlebih dulu.

 Perdebatan-perdebatan tentang Tuhan hanya terjadi pada tahap syariat dan tarekat, disana memang keras, kering dan tidak ada santan apalagi minyak. Memperdebatkan sesuatu yang tidak ada akan membuang energi, tapi manusia memang senang melakukannya. Ketika telah sampai ke alam hakikat dan Makrifat maka disana tidak ada lagi perdebatan, disana tidak ada lagi mempelihatkan kehebatan dan kelebihan karena orang-orang yang telah sampai disana sedang sibuk menikmati apa yang didapat, sibuk menikmati keindahan pemandangan yang belum pernah di dapat seumur hidup. Karena semua telah memandang maka tidak aka nada lagi perdebatan, semua telah menjadi NYATA.

 Perdebatan tentang Gajah hanya ada pada orang buta yang belum pernah melihat Gajah, tapi bagi pawang gajah atau orang-orang yang kesehariannya selalu bersama gajah, mereka tidak lagi berdebat tentang gajah, mereka sudah sibuk dengan melihat gajah yang ada di depan matanya.

Syariat ibarat orang yang mempelajari tentang cara melakukan perjalanan, menghapal rambu-rambu jalan, belajar cara mengendarai kenderaan dan semua aturan yang ada di dalamnya, namun tidak pernah melakukan perjalanan, hanya mempelajari saja. Tarekat yang bermakna jalan dan perjalanan adalah orang yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat. Orang yang hanya menghapal cara berkendaraan dan rambu-rambu jalan dan belum pernah berjalan pada umumnya bersifat sok tahu dan merasa pandai. Perdebatan antara orang yang sudah berjalan dengan orang yang hanya menghapal tentang perjalanan sering kali terjadi, berselisih dari zaman Rasul sampai akhir zaman.

 Ketika musafir yang telah mempelajari tentang perjalanan dan kemudian berjalan sampai mencapai tujuan maka inilah orang yang telah sampai ke tahap hakikat dan makrifat. Karena terlalu lelah dalam perjalanan dan terlena dengan pemandangan yang menakjubkan maka biasanya tidak lagi berselera untuk berdebat, bagi dia semua sudah jelas dan terang benderang.

Bagi yang masih senang mencari kesalahan orang lain, merasa benar sendiri, silahkan meneruskan perjalanan atau silahkan memulai perjalanan, bisa jadi belum pernah melangkahkan kaki tapi merasa sudah sampai, ini penyakit kebanyakan manusia. Tapi ada hal yang sangat penting yang harus anda ingat, Jangan pernah berjalan sendiri karena akan tersesat di jalan. Carilah seorang pemandu yang ahli yang sudah pernah bolak balik ke tempat tujuan, yang hapal luar kepala seluk beluk jalan, tikungan tajam, lembah yang terjal, pendakian yang membahakan semua sudah diketahui oleh pemandu, itulah cara teraman untuk selamat sampai ke tempat tujuan. Ketika sampai ke tempat tujuan, maka nikmatilah pemandangan yang indah, minumlah di telaga keabadian, disana hanya ada senyuman. Jangan banyak bersuara, karena orang-orang yang berada disana sedang menikmati kesunyian dan kesendiriannya bersama SANG PEMILIK TEMPAT.

 mudah-mudahan tulisan tentang Kelapa ini bisa menjadi renungan untuk kita semua. Selamat menunaikan shalat Jum’at, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.

==================================

 Update

SYARIAT, TAREKAT, HAKEKAT, MAKRIFAT, 

SUFI ( SYARIAT DAN HAKIKAT ADALAH SAMA PENTINGNYA). 

Oleh: Al-Faqir Abah Hendri Kusnadi 

*

===================

Dinul Islam itu adalah satu ajaran yang mencakup seluruh ruang hidup manusia dalam berbagai aspeknya lahir, dan batin, dunia dan Akhirat. 

Mengkaji ilmu Islam yang sangat luas ini tidaklah cukup kalau dibuat  beberapa jam saja dalam satu minggu sebagaimana berlaku di sekolah-sekolah sekuler sekarang ini. Sebab itulah hari ini, ramai umat Islam yang tidak tahu betul tentang agama anutannya sendiri sekalipun mereka beranggapan mereka lebih tahu dan faham serta punya otoritas dan kapasitas karena mereka lulusan dari Perguruan tinggi atau universitas Islam. Walhal hakikat sebenarnya, mereka belum mengetahuinya secara mendalam hanya baru kulit ibarat buah kelapa baru sabut kelapa belum ke isi atau saripati santan apalagi sudah menjadi minyak kelapa atau dengan kata lain baru makrifat dalil teori belum ke praktik

Ajaran Islam itu selain daripada ilmu ushuluddin (ilmu yang mengkaji tentang ketuhanan) yang menjadi asas kepada ajaran Islam, terdapat juga ilmu syariat dan ilmu hakikat. 

Disebut juga keduanya sebagai ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Kedua-duanya termasuk perkara yang penting yang satu sama lain ibarat dua sisi mata uang koin turut dituntut oleh Al Quran dan Hadits.

 Bidang kajian ilmu syariat ialah tentang kehidupan lahiriah manusia.

1.  Ilmu Syariat Definisi ilmu syariat itu ialah: Ahkamusyariah ( hukum-hukum Syariat) yang datang daripada Allah swt, yang disampaikan kepada Sayyiduna Nabi Muhammad SAW terdiri daripada lima hukum yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan  mubah. Dengan hukum-hukum ini, syariat menentukan seluruh kehidupan ini ada yang mesti dibuat, yakni perkara-perkara yang wajib. Ada yang elok dan layak dibuat yakni perkara sunat. Ada pula yang mesti ditinggalkan yaitu perkara haram. Manakala yang makruh elok ditinggalkan. Terdapat juga sebahagian daripada kehidupan ini yang bisa dikerjakan dan boleh ditinggalkan, yakni perkara- perkara yang dikategorikan sebagai  (mubah) hukumnya. Dengan kata lain, setiap apa saja bidang yang kita dalami di seluruh aspek kehidupan seperti dalam sistem pendidikan, ekonomi, pertanian, kebudayaan, teknologi dan lain-lain sistem hidup, tidak akan terlepas dari lima hukum ini.

2. Ilmu Hakikat Ilmu hakikat itu bidang kajiannya ialah tentang alam rohani atau hati nurani manusia atau mengkaji tentang sifat-sifat nafsu. Sifat-sifat nafsu yang terdiri daripada nafsu ammarah, nafsu lawwamah, nafsu mulhamah, nafsu mutmainnah, nafsu radhiah, nafsu mardhiah dan nafsu kamilah. Termasuk juga di dalamnya perihal sifat-sifat gerakan serta dorongan hati. Definisi ilmu hakikat ialah rasa-rasa hati (Dzauk) atau syu’ur ) rasa yang ada di dalam hati atau jiwa manusia yang sifatnya berubah-ubah dari satu bentuk rasa kepada rasa yang lain. Bergantung kepada bentuk-bentuk rangsangan-rangsangan lahir yang mendatangi manusia itu. Ada yang mahmudah dan ada yang mazmumah.

Di antara rasa-rasa hati yang mahmudah (sifat positif) itu ialah ikhlas, cinta Allah, rasa kehebatan Allah, rasa takut dengan Neraka, rasa berdosa, malu, rasa diawasi, kasih sayang, simpati, merendah diri, yakin, tawakal dan sebagainya. Sementara rasa- rasa hati yang mazmumah (sifat negatif) itu pula di antaranya riya', ujub, sombong, pemarah, hasad, dendam, tamak, bakhil, penakut, jahat sangka dan lain-lain lagi. Rasa-rasa hati yang telah disebutkan di atas senantiasa silih berganti menguasai hati atau roh. Oleh kerana itu, hati senantiasa berbolak-balik. Sebab itulah di dalam kitab, hati berbolak-balik itu dikatakan qalbun . Tidak dinamakan hati itu melainkan karena berbolak-baliknya. Hati juga wajib bersyariat yaitu menyuburkan sifat-sifat mahmudah. Inilah yang dikatakan syariat bathin.

Jelaslah bahwa syariat dan hakikat sama pentingnya dan tidak boleh dipisahkan satu sama  lain atau menolak dan menerima satu sama lain. 

mengambil salah satunya saja Kedua-duanya mesti diamalkan serentak atau berjalan seiring.

Ibarat kata pepatah: Ibarat menyelam sambil minum air karena yang kembali kepada Allah swt itu ruh nyawa bathin kita maka itu harus tahu alamatnya jika jasad tanah ini kembali ke tanah karena ajal maut tidak ada yg tahu dan merupakan rahasia Allah swt kita sambil membenahi mensucikan jasad dengan syariat zohiriah dengan Istinjak dsb kita benahi pula syariat bathin ruhani kita dengan wudhu hakikat dari najis bathin iri, dengki dsb.Itulah pentingnya Islam/Tauhid, Islam/Fiqih syariat, dan Ihsan/ Tasawwuf artinya tertib, tersusun. 

 Oleh karena itulah dalam  tertib untuk mengamalkan ajaran Islam bolehlah disusun begini:

1.  Syariat

2.  Tareqat

3.   Hakikat

4.   Makrifat

Artinya kita mulakan dengan bersyariat, kemudian bertareqat, seterusnya berhakikat dan akhirnya bermakrifat. Semuanya saling berhubungan. Hubungan antara satu dengan yang lain seolah-olah anak tangga pertama dengan berikutnya, hinggalah selesai di anak tangga tertinggi sekali. Maksudnya, mula-mula kita memahami syariat yaitu peraturan-Nya, yakni mengetahui hukum-hukum syariat. 

Mana yang halal, mana yang haram, yang sunat, makruh dan mubah. Juga sah dan batal sama ada mengenai sembahyang, puasa, jihad, dakwah, ekonomi, pendidikan dan lain-lain lagi. Kemudian apabila kita mengamalkannya bersungguh-sungguh dan istiqamah, Artinya kita telah menempuh jalan-Nya yaitu yang dikatakan tareqat. Yakni mengamalkan apa yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang secara serius.

Jadi tidaklah salah kalau syariat itu disebut jalan. Cuma belum ditempuhi jalan itu hanya sekadar mengetahuinya terlebih dahulu. Bila jalan tadi telah ditempuh atau digunakan, barulah dinamakan tareqat.

Syariat dan tareqat itu kalau dibuat dengan faham dan dihayati akan berlakulah nanti ahwal (perubahan jiwa) atau perubahan peringkat-peringkat nafsu. Misalnya perubahan rasa kehambaan, rasa cinta kepada Allah, rasa rendah diri kepada Tuhan, rasa tawakal, rasa penyerahan diri, rasa berani, rasa kasih sayang sesama makhluk, rasa ridho, rasa sabar, rasa ikhlas kepada Allah dan mahmudah-mahmudah yang lainnya. Atau kalau hendak dinisbahkan pada peringkat nafsu, prosesnya berlaku daripada nafsu ammarah kepada nafsu lawwamah, berperingkat-peringkat sehinggalah ke peringkat ke puncak kebersihan nafsu yaitu nafsu kamilah.

Orang yang mendapat ahwal (perubahan jiwa) secara istiqamah (tetap tidak turun naik), inilah yang dikatakan telah mendapat maqam . Yakni dia mendapat derajat mengikut sifat mahmudah yang diperolehinya. Biasanya ia berlaku bertahap-tahap. Umpamanya maqam sabar, maqam tawakal, maqam redha sehinggalah kesemua sifat-sifat mahmudah itu diperolehi secara tetap (istiqamah).dan melewati ujian iman yg pahit manisnya kehidupan. Boleh jadi ada yang mendapat secara serentak sifat-sifat mahmudah itu. Inilah juga yang dikatakan dia telah mendapat hakikat. Yaitu mendapat intipati Islam ( *lubbun ).jamaknya Ulul Al-Bab 

Arti lain maksud hakikat itu ialah batin Islam atau intipati Islam (lubbun). Bilamana hal-hal hakikat tadi dapat dialami secara kekal (istiqamah) berterusan, bahkan makin menebal dan subur, maka akan terbukalah nanti rahasia-rahsia ghaib atau rahasia Allah swt. Ini sangat sulit untuk digambarkan kecuali dirasai oleh orang-orang yang mengalami dan merasainya sendiri, yg namanya rasa ya tidak ada bentuk contoh manisnya gula, asinnya garam, pahitnya jamu, pedasnya cabe, kan tidak ada wujudnya hanya yg pernah merasakan nya yg tahu dan itu susah dijelaskan dengan redaksi kalimat. 

Sebagaimana lautan dalam yang penuh dengan pelbagai misteri, bukan semua orang dapat mengetahui rahasia di dalamnya kecuali yang ahli tentangnya saja. Itupun perlu dibantu dengan peralatan yang canggih, barulah dapat menyelami hingga ke dasarnya. Sehingga terbongkarlah pelbagai rahasia yang tidak pernah diketahui oleh manusia lain selama ini. Kebanyakan orang hanya tahu di permukaannya saja sudah saling menyalahkan seperti orang buta meraba gajah akhirnya fanatik dengan pendapatnya masing-masing,atau seperti kera makan manggis baru digigit Kulitnya langsung dibuang padahal manggis yg hitam masak tersebut ada isinya yg rasanya sangat manis menggugah selera padahal itu baru kulit atau belum ke isi sudah berteriak nyaring, karena penyakitnya orang syariat itu mudah menyalahkan, memvonis, penyakitnya orang tharekat suka perhitungan, penyakitnya orang hakikat sudah merasa paling tahu segalanya, penyakitnya orang makrifat malas mengerjakan syariat seharusnya sudah ke SUFI sdh kosong, tawadhu, rendah diri merasa tidak punya amal soleh, tidak punya ilmu, harta, lemah, papa di hadapan Allah swt hanya Allah swt YG MAHA SEGALANYA. 

Hasil berhakikat pula kita akan mendapat makrifat. Yaitu sampai ke peringkat hal-hal hakikat dapat dialami secara istiqamah. Allah akan kurniakan satu peringkat ke puncak yang mana dapat mencapai ke satu tahap keyakinan yang tertinggi. Di waktu itu, dia telah sampai ke peringkat makrifat, yakni dapat benar-benar mengenal Allah dan rahasia-rahasia-Nya. Gelaran untuk mereka ini lebih dikenali sebagai al‘arif billah. ( Orang yg sdh sampai Tauhid nya dan sudah kenal dan diperkenalkan Allah swt), sdh menjadi Mahramnya Allah swt atau Waliullah kekasihnya Gusti Allah swt. 

Bandingan adalah seperti berikut. Mula-mula kita semai sebiji benih. Kemudian ia tumbuh menjadi sebatang pohon. Pohon itu akhirnya berbuah dan buah itu bila masak memberikan kita kesedapan rasanya, yang tidak dapat kita ceritakan pada orang yang tidak memakannya.

Maka:

.   biji benih itu umpama syariat.

.   menanam pohon itu umpama tareqat.

.   buah itu umpama hakikat.

.   rasa buah itu umpama makrifat.

Sebab itu dikatakan syariat menghasilkan tareqat. Tareqat membuahkan hakikat. Hakikat buahnya adalah makrifat. Semuanya saling melengkapi, perlu-memerlukan, sandar-menyandar dan mesti berjalan seiring. Yang lahir menggambarkan yang batin. Maka kalau dipisah-pisahkan, akan cacat dan rusaklah keislaman seseorang itu.

Imam Malik r.hm. berkata:  “Barangsiapa berfiqih (syariat) tanpa tasawuf (hakikat), maka ia jadi fasik. Barangsiapa bertasawuf (hakikat) tanpa fiqih (syariat), maka ia jadi kafir zindik (kafir secara tidak sadar).”

Supaya lebih jelas lagi, mari kita lihat contoh-contoh berikut:

1. Berfiqih tanpa tasawuf Seseorang itu hanya melakukan amalan-amalan lahir. Katakanlah semua rukun Islam yang lima itu beres dilakukannya. Ditambah lagi dengan berjuang fisabilillah, berdakwah, belajar, mengajar, menziarah, berkorban dan menutup aurat. Dijaga juga dari melakukan perkara-perkara lahir yang haram dan makruh. Ditambah lagi dengan amalan-amalan sunat. Pendek kata, semua perintah atau larangan lahir ditaati, tetapi amalan batin yakni hatinya tidak diambil pusing.

Dibiarkan saja hati masih memelihara berhala dalam hatinya riya', ujub, gila nama, ingin glamour, sombong, tamak, bakhil, pemarah, dendam, dengki, cinta dunia dan lain-lain lagi sifat negatif dalam perilaku dan

 sikapnya. Inilah dia orang syariat atau orang berfiqih saja.Walaupun dia seorang ust, kyai, hafiz quran dsb. Karena Allah swt tidak butuh itu semuanya walaupun si fulan ilmunya setinggi langit, padahal manusia hanya diberi Allah swt hanya setetes ilmu di tengah samudera ilmu Allah swt tapi sayangnya hawa nafsu manusia seluas samudera. Apa bedanya dengan Iblis karena sombong itulah si Azazil diusir dari syurga yg kemudian dikutuk jdi IBLIS LAKNATULLAH ALAIH. 

Pada pandangan mata lahir, dia seorang yang sangat baik karena hukum Islam yang lahir sangat dijaganya. Tetapi di sisi Allah orang ini masih berdosa, yakni durhaka pada Allah swt karena dia tidak menjalankan syariat batin yang diperintahkan oleh Allah swt. 

Lihatlah sabda Rasulullah SAW:

ان الله لا ينظر الي اجسامكم ولا الي صوركم ولكن ينظر الي قلوبكم واعمالكم

Maksudnya: “Sesungguhnya Allah Taala tidak memandang gambaran rupa kamu dan tidak kepada bangsa kamu dan tidak kepada harta benda kamu tapi Dia memandang hati kamu dan amalan-amalan kamu.” (Riwayat At Tabrani)

Maka orang yang melanggar syariat batin ini, Imam Malik rahimahullah menjatuhkan hukum fasik. Yakni orang berdosa, kalau mati tanpa taubat akan masuk Neraka tetapi tidak kekal di dalam Neraka karena masih ada iman. 

2. Bertasawuf tanpa berfiqih. Seseorang yang menjaga hati saja, seluruh atau sebahagian dari syariat batin (amalan batin) tetapi menolak dan meninggalkan syariat lahir semua sekali. Katakanlah dia sangat menjagai hati dari hasad, dendam, pemarah, jahat sangka di samping menyuburkan kasih sayang, simpati, tawakal, tawadhuk, sabar dan lain-lain sifat mahmudah lagi. Tetapi dia tidak melaksanakan rukun Islam yang lima dan lain-lain lagi. Inilah orang yang berhakikat tetapi menafikan syariat. Pada Imam Malik rahimahullah orang ini dikatakan kafir zindiq yaitu kafir secara tidak sadar. Bila mati tanpa taubat, akan dimasukkan ke Neraka dan kekal di dalam-nya. Wal’iyazubillah.

Dalam masyarakat hari ini banyak kita temui mereka yang memisahkan ajaran Islam dan beramal dengan salah satu darinya. Ada yang bersyariat saja. Ada yang berhakikat saja. Bahkan ada yang meninggalkan kedua-duanya sekali. Hal ini sebenarnya menyimpang dari ajaran Islam. Islam yang sebenarnya bukan begitu. Ia mesti diamalkan serentak antara syariat dan hakikat. Bila diamalkan, kita akan memperolehi hasilnya yaitu makrifatullah . Seperti sebiji buah, ada yang jadi kulit, ada isi dan ada rasa. Mana boleh kita pisahkan-pisahkan antara ketiga-tiganya. Semuanya mesti bagus, barulah kita mengatakan buah itu bagus. Kalau kulit saja busuk, tentu sudah ditolak orang kerana dikatakan buah itu tidak bagus.

 Kesimpulannya , Islam seseorang itu hanya akan sempurna kalau dia mengamalkan syariat, tareqat dan hakikat secara serentak. Puncaknya SUFI, Lebur, Fana tdk ada lagi pengakuan dan minta pengakuan makhluk. 

Maka layaklah ia digelar taslim , yakni tunduk lahir dan batin. Siapa yang tidak sedemikian halnya maka Allah menegur dengan firman-Nya: 

QS. Ali 'Imran Ayat 167

‌وَلِيَعۡلَمَ الَّذِيۡنَ نَافَقُوۡا  ۖۚ وَقِيۡلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡا قَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ اَوِ ادۡفَعُوۡا ‌ۚ قَالُوۡا لَوۡ نَعۡلَمُ قِتَالًا لَّا تَّبَعۡنٰكُمۡ‌ؕ هُمۡ لِلۡكُفۡرِ يَوۡمَٮِٕذٍ اَقۡرَبُ مِنۡهُمۡ لِلۡاِيۡمَانِ‌ۚ يَقُوۡلُوۡنَ بِاَفۡوَاهِهِمۡ مَّا لَيۡسَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ اَعۡلَمُ بِمَا يَكۡتُمُوۡنَ‌ۚ

Dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu." Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Ciri-ciri yang menyamai sifat orang munafik yang lahirnya lain, dalam hati pula lain. Moga-moga kita diberi hidayah dan taufik dari Allah SWT.

Selanjutnya👇

1. IMAN Itu Tauhid Aqidah ilmu teori dan praktek dari rukun IMAN Yg 6

2.ISLAM. Itu Rukun Islam yg 5 .

Syareat Fiqih hukum Islam dan ruang lingkupnya bahasannya sah halal haram bathal mubah makruh...aspek lahiriah kulit luar dari hukum Islam dan prakteknya...contoh shalat dan puasa asal cukup syarat dan rukunnya sdh sah dan tetap berpahala tpi kurang bernilai di sisi Allah swt tpi secra hakikat ibadah..rajin shalat masih suka tidak hadir qolbunya dan itu termasuk shalat yg kurang sempurna...

Puasa pun demikian asal cukup syarat dan rukunnya sdh sah..tpi ketika berpuasa bicara dusta fitnah ghibah dsb dan itu termasuk

puasa yg sia2 hanya mendapat rasa lapar haus ngantuk dan capek saja

3.IHSAN ( Sempurna ) / Tasawwuf atau Makrifatullah

Ilmu yg mengajarkan tata cara mengenal Allah swt, tata cara membersihkan qolbu dari segala penyakit hati dan seni menata hati..yg mengajarkan bagaimana cara membasuh dan mensucikan qolbu dan jiwa kita dari Najis Bathin sebagaimana ilmu fiqih yg mengajarkan

Cara mensucikan lahiriah dari najis yg kelihatan kasat mata dan maknawi baik rasa sifat dan bau aroma dan bentuknya

Demikian juga Ilmu Tasawwuf mengajari kita bagaimna cara membersihkan diri kita dari maksiat najis dan dosa bathin seperti iri dengki riya sum'ah ujub adu domba nafsu angkara murka takabbur dendam dsb

Sehingga hamba Allah yg beramal ibadah tdk dikotori oleh tabiat dan akhlak mazmumah tsb contoh beribadah apapun baik dlm ibadah mahdoh dan ghoiru mahdoh..karena amal ibadah yg ikhlas itulah ruhnya ibadah dan ibadah yg ikhlas inilah yg diterima Allah swt

Jdi bisa ditarik kesimpulan Ilmu Tasawwuf adalah ilmu teori yg mengajarkan cara membersihkan hati dan penghayatan yg mendalam dalam pelaksanaan SYARIAT ISLAM YG KAAFFAH...Atau dengan istilah lain

SARIPATI AJARAN ISLAM...Prakteknya

yaitu ada dlm TAREKAT...Riyadhoh Bathiniah latihan rohani dlm beramal dan beribadah dg TAUBAT ZUHUD WARO' IKHLAS SABAR TAWAKKAL SABAR SYUKUR RIDHO BERKAH RAHMAT DAN MAGHFIROH ALLAH SWT

Prakteknya Tasawwuf dan Thoriqoh sdh ada semenjak dari Nabi Adam as dan dicontohkan diambil dan disauk dari kehidupan Rasulullah saw dan para sahabat..Prakteknya

Sdh ada tpi nama TASAWWUF Baru ada kemudian pda masa abad  keemasan Islam 

Dan ajaran tasawwuf diambil dari saripati Islam dari Al-Quran dan Al-Hadits/ As-Sunnah itu sendiri 

Jadi istilah SUFI itu artinya bersih suci bukan dari SHUF kain wol dsb sungguh salah besar ada sebagian org yg berpendapat bahwa tasawwuf itu dari ajaran agama lain di luar Islam..ok jika ada yg sama jika kta belajar ilmu perbandingn agama di dalamnya pasti ada persamaan dan perbedaan, karena agama di dunia ini terbagi 2 macam:

1.Agama Samawi ( langit ) / wahyu: Islam, Nasrani, Yahudi

2.Agama Ardhi  ( Bumi/ Budaya/ filsafat ):Hindu, Budha, Mesir Kuno, Majusi, Zoroaster, Kong Hu Chu dsb

Oleh karena itu janganlah anda terpengaruh dengan aliran dan kelompok yg gagal paham bahwa TAREKAT TASAWWUF ITU AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN BID'AH AQIDAHNYA KAUM SUFI ITU BERMASALAH DSB..

Al-Faqir menjawab dengan tegas di sini

itu semua tidaklah benar...itu semua tuduhan YAHUDI DAJJAL WAHABI Cs..

Karena TURKI UTSMANI ITU SUFI Pengamal TAREKAT..

Solahuddin Al-Ayyuubi

Muhammad Al-Fatih

WALI SONGO

Pangeran Diponegoro 

Syeikh Abdushomad Al-Palembangi

dan masih bnyk lgi

Itu semua org2 pengamal tarekat sufiah..

Kaum SUFI Bukan hanya ahli dzikir berlinang air mata mengasah qolbu agar bercahaya dan bersenjatakan kalimah tauhid dan mereka tidak pernah gentar dan takut dg makhluk dan tdk pernah bersedih hati pujian dan hinaan cacian sama saja bgi mereka. Mereka hanya takut kpd Allah swt semata.

Oleh karena itu para penjajah kaum kafirun munafikun fasikun musyrikuun takut..sehingga sangat ditakuti Penjajah Belanda dll bahkan IMAM MAHDI AL-MAUUD AL-MUNTAZHOR KHOLIFATUL MUKMINIIN DAN SULTHOONUL AULIA FII AAKHIRIZZAMAAN Itulah dari DZURRIYYAH RASULULLAH SAW Seorang SUFI..

Kenapa org2 YAHUDI CS TAKUT?

Karena KONSEP

لا اله الا الله محمد رسول الله

لا اله الا الله

Dasar hukumnya seluruh isi ayat suci Al-Quran 30 juz

dan محمد رسول الله

Seluruh isi hadits Nabi Muhammad saw bukan hanya dlm teori tpi langsung saripatinya dlm prakteknya lahir dan bathin karena mereka sdh mengenal dengan yg sang pemilik 2 kalimat syahadat

Sang Pemilik Firman dan Sang Pemilik Hadits itu sendiri kesemuanya akan diterapkan oleh KHALIFATULLAH IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN

Dimana ISLAM HANYA SATU

MAZHAB HANYA SATU

THORIQOT HANYA SATU

YAITU: 

لا اله الا الله محمد رسول الله

Tidak ada yg ridhoi Allah swt siapapun yg akan mendirikan KHILAFAH kecuali hanya beliau yg sukses karena sdh ditakdirkan Allah swt semenjak azali...

dan kelak semua org ISLAM DAN BERIMAN WAJIB BERBAIAT Dg beliau yg mulia mesti merangkak di atas salju sungguh itu sdh sangat dekat...wallahu a'lam

Syeikh Ibnu Qudamah Rahimahullah pernah berkata:

Seluruh manusia akan hancur binasa amal ibadahnya kecuali yg :

BERILMU

BERIMAN

BERAMAL IBADAH

Seluruhnya akan binasa kecuali

AL-MUKHLISIIN ( Org2 yg mukhlisiin / ikhlas )

Nah Ilmu Tasawwuf inilah yg dlm prakteknya melalui tahapan dan proses

Mujahadah latihan melawan dan mengendalikan hawa nafsunya agar TAUHID 2 KALIMAT SYAHADATNYA yg sdh diikrarkan lahir bathin itu...benar2 diuji oleh Allah swt tertanam dalam setiap ruang relung hatinya si salik ( org yg berjalan mendaki gunung makrifat dlm perjalanan mengenal Allah swt ) agar si salik betul2 dlm beramal ibadah mengenal siapa yg dia ibadahi atau yg dia sembah karena

                               معرفۃ المعبود خير من عبادۃ الف سنۃ...Mengenal

Siapa yg disembah dlm beribadah itu lebih baik dari beribadah 1000 tahun tanpa mengenal siapa yg dia sembah

          اول الدين معرفۃ الله

Awal pertama kali dlm urusan agama ini adalah MENGENAL ALLAH SWT

Mengenal dikenalkan Allah swt dg proses tahapan sbb:

1.Kosong

2.Titik . 

3.Alif atau sama dengan👇


1.Takholli ( Pengosongan hati ) dari segala penyakit hati...pengosongan ini secra fisik jasadiah darah daging harta benda ruh jika ini semua bersih suci maka hiduplah signal qolbunya terang bersinar tinggal dicharge imannya cukupkan quota internetnya agar sinyal tsb terconnect

dg CHANNEL FREKWENSI TRANSMISSI MENARA TOWER GRU WALIYYAM MURSYIDAH Sehingga ketika NURALLAH NURMUHAMMAD Itu diaktifkan dengan

BAIAT dg SANG GURU MURSYID

Tinggal dijajal dan siap digunakan...

Umpama hp Android bnyk aplikasi dan grup wa sehingga berat memperlambat sistem Androidnya jdi solusinya dg menghapus data yg besar video foto2 dan grup2 wa yg bnyk...krna RAM dan memory penuh mesti dicleansing dibersihkan dan direstart agar hpnya bersih dan normal kembali begitupun diri kita manusia ibarat mobil jgn hanya bodinya saja yg dibersihkan sementara mesin jarang diservis minyak oli pelumas jarang diganti minyak bahan bakar oplosan maka akan rusak mobil tsb demikian pula diri kita manusia...jgn hilang sinyal fitrah kesucian dlm diri kta tdb..oleh karena itu dlm berbagai kitab fiqih klasik dan kontemporer selalu dimulai dlm fiqih ibadah BAB THOHAROH  BAB KESUCIAN LAHIR BATHIN )

Setelah tertanam rasa cinta kepada Allah swt dan Rasulullah saw..tumbuh rasa cinta itu

dan berbuah Akhlakul Kariimah..Shiddiq Amanah Tabligh Fathonah

Ketika diuji oleh Allah swt..

beru paham dan mengerti apa itu hakekat

TAUBAT

IKHLAS

SABAR

TAWAKKAL

SYUKUR

RIDHO Dsb

Sehingga tertanamlah dlm hatinya KEIMANAN YG KOKOH KUAT DAN SEHINGGA BERBUAH KETAKWAAN YG BERKUALITAS TINGGI

2.Tahalli ( Diisi dipercantik diperbagus ) dengan

AKHLAKUL KARIIMAH Akhlak yg mulia..

Setelah belajar ilmu agama yg lengkap berusaha berjihad berjuang mempercantik diri kita dg akhlak yg terpuji karena hasil buah dari belajar melahirkan keyakinan

sehingga terpatri tertanam rasa cinta kepda Allah swt dan Rasulullah saw krna dia sdg mengenal sang Empunya 2 KALIMAT SYAHADAT

Yaitu Allah yg punya hakikat


MIM Muhammad saw yg punya SYARIAT

Yg pangkatnya

MALAIKAT2 ALLAH

RASUL2 ALLAH SWT

NABI2 ALLAH

AULIA ALLAH SWT

QURAN FIRMANNYA

DAN QIYAMATULLAH AKHIR KESUDAHANNYA

LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMADURROSULULLAH SAW

Karena dia paham bahwa ALLAH SWT Itu HAKIKAT DZAT WAJIBAL WUJUD HAQIQI MUTLAK SAMAR NYATA

SAMAR TDK BISA DILIHAT NAMUN NYATA ADANYA..MANA NYATANYA ALLAH SWT..

Muhammudyrrosuulullah saw yg Pangkatnya Malaikat dst....

NABI MUHAMMAD SAW JASAD ITU AHMAD

ISI DALAMNYA MUHAMMAD

JASAD ITULAH YG BERSYAHADAT DG NURMUHAMMAD SAW...Di dalam diri kta dan semua makhluk Allah memiliki NURMUHAMMAD..

Termasuk hewan tumbuh2n punya ruh..oleh karena itu seluruh makhluk ciptaan Allah swt BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH SWT Baik di bumi dan di langit..

3.Tajalli ( penampakkan Keagungan Allah swt pda diri makluknya )

Prosesnya beribadah karena:

LILLAAHI ( karena Allah ) bukan karena dunia dan seisinya

BILLAAHI ( Sdh bersama dan beserta Allah ) ikuti kehendak Allah dlm hal dan aspek apapun bukan karena ikuti hawa nafsunya

FILLAAHI ( Fana Baqo ) sdh lebur semuanya lahir bathin dikembalikan semuanya hanya milik ALLAH SWT..

Itulah tingkatan:

SYARIAT

THORIQOT

HAKEKAT

MAKRIFAT

SUFI

Simbol 5 jari:

SYARIAT ITU JEMPOL

THORIQOT ITU TELUNJUK JALAN

HAKEKAT ITU JARI TENGAH

HAKEKAT ITU JARI MANIS

SUFI ITU KELINGKING TAWADHU MERASA PALING KECIL DI HADAPAN KEMAHAKUASAAN ALLAH YG MAHA AGUNG

7 Tingkatan Maqom Makrifat:

1.Makrifat Nikmat

2.Makrifat Rahmat

3.Makrifat Ridho

4.Makrifat Syukur

5.Makrifat Tauhid

6.Makrifat isi tauhid( 1 - 6 )

7.Makrifat hasil

   Ibarat santan saripati sdh dipanasi jadilah minyak kelapa

Secara garis besar sbb:

1.Makrifat billah

2.Makrifat bilkhodam Malaikat

3.Makrifat  Bilhasan  sempurna )

4.Makrifat fil marifat ( Makrifat dlm makrifat ).Aku memandang Allah dengan Allah

Aroftu Robbii Birobbii

( aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku). 

Kesemuanya berjalan dg MAKRIFAT DIMAKRIFATKAN ALLAH SWT Bukan MAKRIFAT SENDIRI ( Nafsu )

Wallahu a'lam bishowab

## Sekrearis Divisi Dakwah MUI Kota PLG dan Ketua LDP SUMSEL dll )

# Khodimul Majlis Taklim, Dzikir dan Sholawat Rahmatan Lil'alamin Sriwijaya dan Ketua Yayasan Rahmatan Lil'alamin Sriwijaya

# Bekam Sunnah

# Ruqyah Syariyyah dengan Methode Ilahiah Terapy Qolbu dan TAZKIYATUNNAFSI*

# Totok Syaraf jari☝ Tauhid

Manaqib Datu Sanggul

Manaqib Datu Sanggul Datu Sanggul adalah salah seorang ulama besar sufi dan seorang yang khawwash, selain mempunyai ilmu yang tinggi ia juga...